CATATAN RINGAN
Jumat, 08 Juni 2012
Rabu, 06 Juni 2012
Antara Pribadi & Tanggung Jawab
Oleh: Okterlians Tapilouw
Mementingkan diri sendiri adalah sifat naluriah manusia yang turut mempengaruhi harapan dan kerinduan setiap orang yang sedang menjalani hidup !
Dimana-mana, antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab bagi banyak orang cukup hangat diperbincangkan; salah satunya "masalah kepemimpinan". "Kata orang: Periksa diri sendiri terebih dahulu baru kemudian mengerjakan sesuatu".
Menjalankan tugas dengan baik, tidak pilih kasih, dan penuh pengorbanan adalah keinginan kebanyakan "orang kecil/kalanga bawah" yang sering diperhadapkan dengan krisis hidup; dari sini, pertanyaan mendasarpun muncul - diantara mementingkan diri sendiri dan melayani "orang lain" sesuai fungsi: MANA YANG HARUS DIDAHULUKAN ?
Saya pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa:
"Kita perlu memperhatikan diri sendiri lebih awal sebelum memperhatikan orang lain"
(Kebutuhan Keluarga = sandang, pangan & papan) harus terpenuhi lebih dahulu.
Bagi saya: melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan keluarga supaya sejahtera; ini sah-sah saja, tetapi adakalanya tidak kurang dari manusia-manusia dewasa ini yang menyalahgunakan tanggung jawab demi perut sendiri - seperti tidak memperdulikan penderitaan "orang lain" yang nyata-nyata adalah tanggung jawab kita. untuk yang satu ini, demonstrasi maupun kritikan diberbagai Media Massa terhadap pemerintah dan pemimpin-pemimpin dinegara ini, cukup menjawab kegelisahan masyarakat.
Mungkin tidak semua pemimpin di kalangan pemerintahan maupun instansi lainnya "bobrok" pasti ada juga yang "baik-baik" . Namun jika terjadi kasus-kasus besar (masalah umum), yang melibatkan orang-orang hebat di negara Indonesia ini sebagai tersangka utama: apa yang bisa kita katakan tentang yang satu ini ! Karena itu, tidaklah berlebihan jika saya katakan bahwa: sebagian pemimpin yang lebih memperhatikan perut sendiri - kedudukan mereka "Hanyalah Simbol Belaka"; asal sudah menduduki posisi penting (menjabat ini dan itu), bicara sangat meyakinkan tetapi untuk memberi, memberdayakan dan membangun; memberikan ampas dari sisa yang semestinya tidak boleh ditelan, namun bukan tidak mungkin bahwa sering bagi orang-orang kecil yang tak berdaya meskipun pahit, sisa atau ampas tetap saja diterima daripada tidak sama sekali.
Bagi Orang Kristen, keberadaan kita di dunia ini adalah "Karena Kasih Karunia Allah" yang oleh Yesus Kristus telah memberi dan memberdayakan umat manusia dengan pengorbanan-Nya yang murni yaitu diri-Nya sendiri sebagai tebusan; karena itulah yang diharapkan dari kita adalah "jangan menjadi seperti pemimpin yang kelihatannya mencintai masyarakat disatu pihak dan lebih mencintai diri sendiri dipihak lain. Saya mengatakan seperti ini karena Allah yang Maha Besar tidak mengasihi secara terbagi tetapi kasih yang menyeluruh (universal),,,,,,, menyayangi secara menyeluruh dan utuh, itu berarti tidak ada pemisahan seperti: mana yang penting dan mana yang tidak penting, sebaliknya semua berarti dan penting. Hanya dengan berkorbanlah kita bisa tiba pada momen ini; "tanpa pengorbanan yang sungguh, keberadaan seseorang atau kepemimpinannya hanya hiasan belaka dan kehilangan jiwanya".
Mungkin perkataan berikut ini bisa menggugah perkataan manusia-manusia sekarang ini tentang tanggungjawab yang sedang dipikul bahwa "Kristus adalah arti sisa hidupku, hidupmu, hidup kita semua".
Jadikanlah Alkitab sebagai cermin untuk memeriksa diri setiap saat, disana kita akan menemukan Tuhan yang dengan kemahakuasaan-Nya sedang menyertai penghuni bumi ini; Temuilah Dia dalam rutinitas kerja dan kehidupan orang banyak yang sedang mengharapkan respek penuh terhadap tanggungjawab yang sedang dipercayakan kepada kita.
Apakah dipundak saudara ada tanggung jawab itu ?
Kamis, 24 Mei 2012
Iman Dibalik realitas
Orang sering berpatokan pada Keadaan atau realitas….. tetapi sebenarnya yang menentukan hidup kita adalah Tuhan. keadaan atau realitas itu adalah
sesuatu yang harus di jalani – tidak bisa tidak dan harus dihadapi apapun
resikonya.
Iman bertumbuh dalam realitas; apapun yang akan dihadapi - hadapilah dengan iman yang berpusat pada Tuhan yang terus hadir dalam realitas.
Jangan Kuatir Tentang Hari Esok
Setiap Hari pemberian Tuhan dalam hidup ini harus dimanfaatkan dengan baik - tidak perlu mengeluh karena belum punya ini dan itu dengan tetap memahami bahwa kesusahan sehari untuk hari itu ;
seperti kita tidak mungkin makan hari ini untuk besok. Karena itu, apa yang
harus kita lakukan selanjutnya adalah menyerahkan segala kekuatiran kepada
Tuhan yang memelihara kita setiap hari (bc. 1 Ptr 5:7).
Pernah Seorang bapak mengatakan kepada saya – Karena Hujan
terus-menerus, dan tidak bisa membakar lahan untuk berkebun - katanya dengan dialeg ambon sehari-hari “Katong Nanti bagimana”….. ini tidak
beda dengan kuatir hari esok, kuatir tidak bisa menanam di kebun, kuatir tidak
ada persediaan makanan, pada hal hujan akan berhenti pada
waktunya .
Kita masih diberi kesempatan hari ini untuk melakukan ini dan itu –
jadi kerjakanlah apa yang bisa kita kerjakan hari ini.
Hari esok memang penting juga, dan begitu
pentingnya sehingga anak-anak kita harus bersekolah, kita harus bersusah payah
membanting tulang, bahkan ada yang bekerja ganda ,,,,, tetapi pada waktunya
kebanyakan dari kita yang sering terlena dengan hari esok itu tidak menikmati
hasil dari jerih payahnya yang belum selesai, jadi bagaimana – kerjakanlah apa
yang bisa kita kerjakan hari ini, toh ada manfaatnya untuk hari esok.
PENCEKALAN LADY GAGA
Pencekalan konser Lady Gaga mengingatkan kita tentang "The Virgin" pada pencekalannya di cirebon,,,,,,,!
mungkinkah ujung-ujungnya Uang ??????
Hingga detik ini, mental penghuni bangsa indonesia terus diuji ! dari orang-orang kecil sampai pada pembesar negara,,,,,,,,didalamnya ada orang-orang beriman dari berbagai agama !
Kita harus tiba pada suatu tahapan hidup
yang ideal – katakana saja ideal Kristiani, islami atau apapun itu. Orang yang sudah tiba pada tahapan
ini, tidak akan menjelek-jelekan yang buruk-buruk dari orang lain, karena dia
tahu bahwa semua orang berangkat dari kesalahannya sebelum mencapai pada
sesuatu yang lebih baik. Karena itu dari pada kita sibuk berbicara tentang
keburukan orang lain yang belum tentu berguna bagi dirinya, lebih baik terlibat
dalam pergumulannya dan mencoba menyelesaikan bersama – hal seperti ini mau
menyadarkan kita bahwa orang beragama adalah kita semua yang “Tidak bisa diukur”
dalam arti tertentu, tetapi kita adalah orang-orang yang setiap saat dinilai (bagaimana
keberadaan kita, apa yang sudah dilakukan, berguna bagi siapa dll).
mungkinkah ujung-ujungnya Uang ??????
Hingga detik ini, mental penghuni bangsa indonesia terus diuji ! dari orang-orang kecil sampai pada pembesar negara,,,,,,,,didalamnya ada orang-orang beriman dari berbagai agama !
Terkadang orang cenderung memojokan segala yang disangka buruk.
Dalam
berbagai pembicaraan – pembahasan akan menjadi seru ketika orang sedang
membahas yang jelek-jelek tentang orang lain.
Pencekalan Lady Gaga membuat dia semakin ngetop hahahahaha. Kata Gus Dur....."GITU AJA KOK REPOT" !!!
Refleksi !!!
Rabu, 23 Mei 2012
APA YANG HARUS DIUBAH !!!
Jika dunia ini ingin diubah menuju situasi yang lebih adil
maka perbaikan discourse-nya; dan
jauhilah praktik-praktik discourteous yang hanya merusak moral masyarakat.
Mengapa demikian ? Karena wacana sebagai hasil proses konstruksi realitas itu
bukan hanya menghasilkan makna, citra dan mengandung kepentingan, melainkan
juga menggerakan .
Contoh :
Dunia Maya (Dumay) ,,,,,pertemanan di Facebook sangat ramai,,,,namun disebelah lain ada begitu banyak praktik-praktik discourteous yang tidak menolong dalam upaya membangun kebersamaan lintas budaya, agama, etnis, suku, sub suku dll.
Dunia Maya (Dumay) ,,,,,pertemanan di Facebook sangat ramai,,,,namun disebelah lain ada begitu banyak praktik-praktik discourteous yang tidak menolong dalam upaya membangun kebersamaan lintas budaya, agama, etnis, suku, sub suku dll.
Sangatlah sulit jika kebanyakan dari penghuni bumi ini masih dikuasai ego pribadi/kelompok/agama dll dan merasa lebih benar dari "orang lain"; karena itu pula berbagai forum diskusi yang diharapkan bisa mewujudkan kebersamaan yang lebih baik, adil, damai dan lainnya yang baik-baik - sulit terwujud !!!!!!!!!!!!!!!
AKSI dan KONTEMPLASI
AKSI merupakan ibadah dalam misi atau tindakan – sementara KONTEMPLASI
merupakan ibadah yang lebih bersifat pribadi kepada Allah; Namun aksi
dan kontemplasi – bergerak dan diam – bekerja dan beristirahat. Keduanya tidak
dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, bahkan keduanya harus berada
dalam takaran yang seimbang.
Itu berarti apa yang kita lakukan dalam
keseharian hidup (bekerja dikantor, kebun,melaut, membina keluarga, hubungan
persahabatan dll, harus sinkron dengan kualitas rohani yang ditunjukan setelah selesai beribadah di gedung gereja, mesjid, & tempat ibadah saudara-saudara ya beragma lain). Jika ternyata tidak sinkron – ini mungkin mengindikasikan bahwa
‘beberapa diantara kita hanya sekedar cari muka atau cari status saja.
Saya kira buktinya sangat banyak bahwa ada begitu banyak seperti: "orang Kristen yang mengakui
dirinya Kristen, namun mereka justru menjadi batu sandungan bagi orang lain
karena kelakuannya yang tidak singkron dengan imannya......."-
Kontemplasi,,,,kebutuhan mendasar yang harus dilakoni setiap saat ,,,,,jika sudah mantap,,,,,,tunjukanlah dalam Aksi.
Aksi cermin dari kontemplasi - kontemplasi cermin dari aksi !!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)