Senin, 21 Mei 2012

"Apa Yang Harus Dilakukan"....Dialog ???


Kita cenderung memojokan segala yang tidak sesuai dengan harapan kita.
Dalam berbagai perjumpaan seperti "FORUM DIALOG" yang diharapkan bisa menampung aspirasi posit if demi kepentingan bersama,  entah dialog tentang Agama, politik, ekonomi, dll; Pembicaraan dan pembahasan akan menjadi seru ketika orang sedang membahas yang jelek-jelek tentang orang lain. Katakan saja bahwa ini bikan lagi sesuatu yang baru bahwa umat beragama yang satu mengejek dan menjatuhkan umat beragama lain, demikian pula agama Kristen yang berbeda aliran gereja (aliran yang satu menganggap lebih benar dari yang aliran gereja lainnya).  Saya berani katakan bahwa jika kebanyakan dari orang beragama khususnya "yang beragama kristen" masih seperti ini, itu pertanda sedang menunjukan ketidakdewasaan iman. Mungkin agak naif jika saya mengatak bahwa Tuhan tidak menginginkan kita berdebat dan mencari kebenaran tentang Dia dan Kuasa-Nya yang terus mengambil bagian dalam seluruh kehidupan umat manusia dari kalangan, etnis, suku, sub suku dan agama manapun di muka bumi ini. 
Dialog memang berguna untuk membangun komunikasi antar sesama,,,,namun dialog yang baik adalah yang diakhiri dengan saling mengulurkan tangan, menolong penuh kasih tanpa menyimpan misi tertentu yang sifatnya pribadi atau golongan; Bunda TERESA adalah salah satu perempuan beriman yang memberi contoh ini; dia mungkin berdialog tetapi lebih dari itu menunjukan komitmennya dalam tindakan tanpa batas - tindakan yang tidak menarik orang untuk ikut apa yang dia yakini, tetapi paling tidak dari apa yang dia lakukan banyak orang mengenal Yesus yang penuh kasih.

Ini memang tidak semudah orang mengeluarkan kata-kata tanpa bukti, namun bagaimanapun juga Kita harus tiba pada suatu tahapan hidup yang ideal – katakana saja ideal Kristiani. Orang yang sudah tiba pada tahapan ini, tidak akan menjelek-jelekan yang buruk-buruk dari orang lain, karena dia tahu bahwa semua orang berangkat dari kesalahannya sebelum mencapai pada sesuatu yang lebih baik. Karena itu dari pada kita sibuk berbicara tentang keburukan orang lain yang belum tentu  berguna bagi dirinya, lebih baik terlibat dalam pergumulannya dan mencoba menyelesaikan bersama – hal seperti ini mau menyadarkan kita bahwa orang percaya adalah kita semua yang “Tidak bisa diukur” dalam arti tertentu, tetapi kita adalah orang-orang yang setiap saat dinilai (bagaimana keberadaan kita, apa yang sudah dilakukan, berguna bagi siapa dll). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar