Kadang orang memaknai hidup seperti menikmati hidangan lezat
di Restoran ,,,,,, maksudnya : Kalau santapannya
enak sebarkan ke orang lain, tetapi kalau tidak enak laporkan kepada pihak
restoran _ada kecenderungan menutup-nutupi disini – karena itu banyak yang baik-baik, enak, dan menyenangkan dari
kinerja pemerintah di Negara tercinta ini dipublikasikan,,,,, bagus kan kalau
yang baik-baik menjadi konsumsi seluruh masyarakat,,,,, sssssttt jangan
brisik,,,,, kalau ada yang “tidak enak”
laporakan kepada pimpinan.
Sebenarnya hal-hal yang riil harus diarahkan kepada sesuatu
yang lebih baik,,,,, setiap target harus didiskusikan dengan penggunaan data
yang harus hati-hati.
Mungkin kita perlu jujur bahwa dalam tahapan Demokrasi kita
baru masuk ke tahapan yang paling Kristis (Orang
bikin sesuatu yang buruk atas nama demokrasi). Di berbagai media masa
muncul begitu banyak orang hebat, tapi kata orang; sayangnya kehebatan mereka
tidak lebih baik dari penjajah (tindakan –tindakan kekerasan, pemerkosaan hak
dll), tidak beda dengan tindakan kolonialis.
Ada juga yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama,
padahal yang melakukan tidak mempunyai wewenang apa-apa untuk menghukum orang
lain…… makanya kalau ingin jadi hakim
sekolah yang benar ha ha ha ha ha; yang berprofesi sebagai hakim saja, ada
yang dikritik habis-habisan apalagi kita yang bukan hakim tetapi suka
menghakimi !
Demokrasi bukan soal tata cara semata, sebaliknya substansinya (damai,
sejahtera, aman dan lainnya yang baik-baik).
Hingga tahun 2012 ini,,,,Negara yang berpancasila inipun belum sampai pada "tahapan yang ideal". saya berani mengatakan ini, karena demonstrasi, pengrusakan, pembunuhan dan tindakan-tindakan kekerasan lainnya masih terjadi.
Sampai disini ternyata selaku pelaku-pelaku demokrasi,
masalah penegakan Hukum dan HAM, penyalahgunaan kekuasaan menghiasi halaman-malaman rumah, gereja,
kantor-kantor pemerintah yang berdiri megah, dll .
Wahhhhhh
ternyata Kaca dari setiap bangunan harus
segera dibersihkan sehingga penampakan dari dalam lebih jelas,,,, tetapi bukan
hanya melihat dari dalam gedung, kita perlu keluar untuk mengambil bagian dalam
kegelisahan negeri ini ; karena itu, tidaklah salah jika para pemimpin
dinegara ini juga rohaniawan harus jujur
mengakui hal-hal yang belum dicapai, Bagaimana dengan Pendeta, Pastor, kiai, alim ulama dll,,,,, apakah kita sedang di tes ? Karena itu jangan
pernah melihat bahwa masalah sudah selesai ….. kita masih tetap berproses dan
jangan lupa bahwa masa depan republik ini terletak pada diri kita
sebagai pelaku-pelaku kebaikan. Jadikanlah Tuhan sebagai pemandu kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar